Dracin Terbaru: Bayangan Yang Menyerupai Kekasih Lama

Baik, ini dia kisah Dracin tragis berjudul 'Bayangan yang Menyerupai Kekasih Lama', dengan elemen yang Anda minta: **Bayangan yang Menyerupai Kekasih Lama** Gerbang Kota Chang'an berderit lirih, senada dengan derit hati Bai Lian, gadis yang berdiri mematung di bawah rembulan pucat. Di sampingnya, berdiri tegak Lin Feng, sahabat sekaligus kakak angkatnya. Mereka tumbuh bersama di antara bunga persik yang mekar dan pedang yang beradu. Namun, malam ini, aroma persik terasa pahit, dan kilau pedang terasa mengancam. "Lian'er," suara Lin Feng bagai sutra halus, namun Bai Lian merasakan duri di setiap katanya. "Kau yakin dengan pilihanmu? Meninggalkan Chang'an, meninggalkan *aku*?" Bai Lian menelan ludah. "Ini bukan pilihan, Gege (Kakak)." Matanya berkilat. "Ini **keharusan**." Mereka terikat oleh janji, oleh darah, dan oleh sebuah rahasia kelam yang mengintai di balik senyum manis ibu angkat mereka, Nyonya Zhao. Rahasia itu berbisik tentang pengkhianatan, tentang kematian ayah Bai Lian yang misterius, dan tentang harta karun tersembunyi yang menjadi rebutan banyak pihak. "Nyonya Zhao menyayangimu, Lian'er. Kau tahu itu," Lin Feng melanjutkan, nada suaranya naik satu oktaf, seolah memaksakan keyakinan. "Kasih sayang yang dibalut racun, Gege. Aku lebih memilih racun yang terang-terangan," jawab Bai Lian, bibirnya melengkung sinis. Dalam hatinya, ia tahu bahwa Lin Feng terlibat dalam intrik ibunya. Tapi seberapa dalam? Itu yang masih menjadi teka-teki. Malam-malam berlalu bagaikan pedang yang berputar, menebas kebenaran sedikit demi sedikit. Bai Lian menemukan surat-surat tersembunyi, kode rahasia, dan saksi bisu yang menyimpan dendam. Ia menemukan bahwa ayahnya dibunuh bukan karena ambisi belaka, tapi karena ia mengetahui kebenaran tentang asal-usul Lin Feng. *Lin Feng bukanlah anak kandung Nyonya Zhao*. Ia adalah anak dari musuh bebuyutan keluarga Zhao, yang dikirim sebagai mata-mata. Namun, ada yang lebih menyakitkan. Bai Lian menemukan surat cinta antara Nyonya Zhao dan ayahnya. Ternyata, Nyonya Zhao adalah kekasih gelap ayahnya, dan Lin Feng adalah anak hasil hubungan terlarang itu. Lin Feng dan Bai Lian...mereka *saudara tiri*. Pengungkapan itu bagai ribuan jarum menusuk hatinya. Cinta dan benci berpadu menjadi amarah membara. Balas dendam adalah satu-satunya jalan. Malam itu, di kuil terbengkalai di pinggiran kota, Bai Lian dan Lin Feng berhadapan. Cahaya bulan menyinari wajah mereka, menampakkan bayangan masa lalu yang bahagia. "Kau tahu semuanya?" tanya Lin Feng, matanya redup. "Ya. Aku tahu bahwa kau berbohong, bahwa ibumu berbohong, bahwa seluruh hidupku adalah kebohongan," desis Bai Lian, pedangnya terhunus. "Aku tidak punya pilihan, Lian'er. Aku harus melindungi ibuku," jawab Lin Feng, pedangnya juga terhunus. Pertarungan pun pecah. Pedang beradu dengan suara memekakkan telinga, bagai simfoni kematian. Bai Lian bertarung dengan segenap amarah dan kepedihan hatinya. Lin Feng bertarung dengan penyesalan dan cinta yang terpendam. Akhirnya, pedang Bai Lian menembus jantung Lin Feng. Ia tersungkur, darah mengalir deras dari lukanya. Bai Lian berlutut di sampingnya. "Kenapa, Gege? Kenapa kau melakukan ini padaku?" Lin Feng tersenyum pahit. "Karena...aku **mencintaimu** lebih dari apapun, Lian'er. Dan aku tahu...kau tidak akan pernah bisa memaafkanku." Ia mengulurkan tangannya, menyentuh pipi Bai Lian yang basah oleh air mata. "Kau selalu menjadi...bayangan kekasih lama yang *takkan pernah* kumiliki…" bisiknya, sebelum menghembuskan napas terakhir. Bai Lian memeluk jasad Lin Feng, meraung dalam kesedihan. Ia telah membalas dendam, tapi hatinya hancur berkeping-keping. Ia telah kehilangan segalanya. *Aku...harusnya mati bersamamu malam itu.*
You Might Also Like: Peluang Bisnis Skincare Jualan Online

OlderNewest

Post a Comment