Aku Mati di Tanganmu, dan Terlahir dengan Amarahmu
Di bawah rembulan pucat Danau Nilam, alunan guqin bergema. Dingin menusuk tulang, seperti kebencian yang membeku di hatiku. Dulu, suara ini adalah simfoni cinta, dinyanyikan oleh Wei Changge, kekasihku, suamiku. Kini, hanya gema kesunyian yang menjawab.
Aku masih ingat aroma persik di jubah sutranya, senyumnya yang memudarkan rembulan, dan janjinya yang terukir di tulang, bukan hanya di bibir. Tapi semua itu palsu. Mimpi itu hancur ketika kulihat dia mencium Lan Mei, selir kesayangannya, di taman lotus.
Pengkhianatan itu membunuhku. Bukan dengan pedang, bukan dengan racun, tapi dengan tikaman yang lebih perih: kehancuran kepercayaan. Aku memilih diam. Bukan karena aku lemah. Aku membawa rahasia besar, sebuah warisan yang lebih berharga dari takhta sekalipun. Sebuah rahasia yang tak boleh Wei Changge ketahui.
Malam itu, dia memberiku secangkir arak. Manis, namun getirnya merayap perlahan. Aku tahu, ini akhirku. Aku menatap matanya. Tidak ada penyesalan, hanya kegelapan yang haus kekuasaan. Aku meminumnya.
"Changge..." bisikku, "Aku mencintaimu..."
Itu dusta terakhirku. Aku mati di tangannya.
Aku membuka mata. Dunia terasa asing, namun familiar. Aku bukan lagi Lin Yue, permaisuri yang terbuang. Aku adalah Xiao Die, putri seorang pedagang teh miskin. Anehnya, aku memiliki ingatan Lin Yue. Emosi, rasa sakit, dan terutama... kemarahan.
Aku tahu, ini bukan reinkarnasi biasa. Ini adalah kehendak takdir. Aku terlahir dengan amarah Lin Yue, dan warisannya.
Xiao Die tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan anggun. Aku mempelajari seni, strategi, dan terutama... ekonomi. Aku membangun bisnis teh yang sukses, melampaui semua harapan. Namaku dikenal di seluruh penjuru negeri.
Bertahun-tahun kemudian, aku kembali ke istana, bukan sebagai permaisuri, tapi sebagai pedagang kaya raya yang menawarkan teh terbaik untuk kaisar. Wei Changge, kini seorang kaisar yang bijaksana namun lesu, tidak mengenaliku. Matanya yang dulu memuja, kini kosong.
Dia membeli tehku. Setiap hari. Setiap cangkir. Aku melihat kerutan di wajahnya bertambah, matanya kehilangan kilaunya. Kekaisarannya makmur, tapi hatinya sepi. Lan Mei telah meninggal dunia, meninggalkan seorang pewaris yang lemah dan sakit-sakitan.
Aku tidak meracuninya. Aku tidak membalas dendam dengan kekerasan. Aku hanya membiarkan takdir berjalan. Bisnis tehku berkembang pesat, menguasai seluruh pasar. Aku menggunakan kekayaanku untuk mendukung rakyat jelata, membangun sekolah, dan menyalurkan bantuan. Kekaisaran bergantung padaku.
Akhirnya, sang pangeran meninggal dunia. Wei Changge, tanpa pewaris, terpaksa memilih penggantinya. Dia memilih keponakannya, seorang pemuda yang lemah dan mudah dipengaruhi. Aku tahu, masa depan kekaisaran ada di tanganku.
Suatu malam, aku mengunjungi Wei Changge. Dia duduk di dekat guqin, memetik nada-nada yang sumbang.
"Siapa kamu?" tanyanya, suaranya serak. "Mengapa aku merasa mengenalmu?"
Aku tersenyum. "Saya hanya seorang pedagang teh, Kaisar. Seorang pedagang yang peduli pada rakyat Anda."
Dia menatapku, matanya berkaca-kaca. "Lin Yue..." bisiknya.
Aku tidak menjawab. Aku hanya berdiri di sana, membungkam semua rasa sakit dan dendam.
Wei Changge meninggal dunia beberapa bulan kemudian. Bukan karena aku. Tapi karena beban masa lalu yang menghantuinya. Kekaisaran jatuh ke tangan seorang penguasa boneka. Dan aku, Xiao Die, pengendali takdir.
Aku telah membalas dendam. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan takdir yang berbalik arah.
Kekaisaran akan hancur, dan dari reruntuhan itu, akan terlahir sebuah dunia yang baru, sebuah dunia yang aku ciptakan.
Dan rahasia warisan itu? Rahasia itu adalah peta tersembunyi menuju tambang emas abadi, harta yang bisa membiayai seluruh kekaisaran dan menciptakan kemakmuran sejati. Wei Changge tidak pernah mengetahuinya. Dia mati tanpa menyadari betapa besar harta yang telah dia sia-siakan, harta yang kini menjadi fondasi kekuasaanku...
Dan di kehidupanku selanjutnya, akankah aku bisa memaafkanmu, atau terlahir kembali dengan amarah yang lebih besar...?
You Might Also Like: Rahasia Dibalik Mimpi Menemukan Ikan
Post a Comment