Cerpen Terbaru: Kau Berjalan Menjauh, Tapi Bayanganmu Masih Menempel Di Jantungku

Di antara kabut pagi, seperti lukisan tinta yang memudar, kau muncul. Bukan di dunia nyata, bukan pula di halaman sejarah yang tercatat, melainkan di taman hati yang terlupakan. Setiap langkahmu adalah melodi, setiap tatapanmu adalah janji yang tak terucap.

Bunga persik berguguran, menari mengikuti irama angin yang berbisik. Aku melihatmu di sana, berdiri di bawah pohon sakura yang tengah merekah sempurna. Rambutmu, sehitam malam tanpa bintang, tergerai bebas. Gaun sutramu, sewarna rembulan yang pucat, berayun lembut.

Kau adalah ilusi. Aku tahu itu. Namun, aku tak kuasa menahan diri untuk tak mendekat. Di matamu, aku melihat danau yang tenang, menyimpan rahasia-rahasia kuno yang tak terungkap. Di senyummu, aku menemukan matahari terbit yang hangat, mengusir kegelapan yang selama ini mengurungku.

Kita berbicara, bukan dengan kata-kata, melainkan dengan getaran jiwa. Kita berbagi mimpi, bukan di dunia nyata, melainkan di dimensi waktu yang melayang-layang. Kita menciptakan dunia kita sendiri, penuh dengan keajaiban dan keindahan yang tak tertandingi.

Namun, seperti semua mimpi, ia harus berakhir.

Kau mulai berjalan menjauh. Langkahmu ringan, namun bagiku terasa seperti beban ribuan gunung yang menimpa pundakku. Aku mengulurkan tangan, berusaha meraihmu, namun kau semakin menjauh, semakin menghilang ditelan kabut.

Jangan pergi! Teriakku dalam hati. Namun, suaraku hanya bergema dalam keheningan.

Bayanganmu, meski kau telah pergi, tetap menempel di jantungku. Ia adalah lukisan abadi, yang takkan pernah pudar meski waktu terus berlalu. Ia adalah duri tajam, yang menusuk kalbuku setiap kali aku merindukanmu.

Bertahun-tahun berlalu. Aku terus mencari jejakmu di antara reruntuhan ingatan. Aku bertanya-tanya, apakah kau benar-benar ada? Ataukah kau hanya rekaan pikiranku, ciptaan hati yang kesepian?

Suatu hari, aku menemukan sebuah kotak kayu tua di loteng rumahku. Di dalamnya, terdapat sebuah lukisan. Lukisan seorang wanita yang sangat mirip denganmu, berdiri di bawah pohon sakura yang tengah merekah sempurna.

Di balik lukisan itu, terdapat sebuah surat yang ditulis dengan tinta berwarna ungu. Aku membukanya dengan tangan gemetar.

"Untuk kekasihku di masa depan, jika kau menemukan surat ini, ketahuilah bahwa aku selalu mencintaimu. Aku adalah pelukis dari dinasti yang terlupakan. Aku melukis diriku sendiri di taman yang sering kukunjungi. Taman itu hanya ada di dalam mimpiku, di dalam lukisanku. Namun, aku berharap, suatu hari nanti, kau akan menemukanku di sana."

Misteri terpecahkan. Kau memang hanya ada di dalam lukisan, di dalam mimpi. Namun, keindahannya justru membuat luka makin dalam. Karena, cintaku padamu adalah cinta pada sesuatu yang tak nyata, cinta pada ilusi.

Apakah kau menungguku di sana, di taman yang hanya ada di dalam lukisan?

You Might Also Like: 0895403292432 Jual Skincare Aman Untuk

Post a Comment